Langsung ke konten utama

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi.

meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai.

entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi.

dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya.

perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri.

menghindari patah hati berulang kali.

karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya,

semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi.

tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya,

hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia.

padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah.

padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai pengganti mampu untuk menggantikan posisinya.

bagiku untuk hati yang pernah terluka...

lebih baik memilih sendiri tanpa terburu-buru berpindah hanya untuk menghapus rasa kesepian semata.

aku tetap menghargai kepergianmu karna memang tak ada paksaan untukmu tetap menetap dihatiku selamanya.

kamu berhak untuk bahagia dengan jalan hidupmu sendiri.

kamu berhak bahagia dengan hati yang tepat setelah membuat hatiku patah.

aku tak bisa menjadi seseorang yang memikirkan kepergianku sendiri hanya karna tak ingin kamu pergi.

karna bersama perlu dua hati yang saling mencintai.

bukan yang memaksakan diri bertahan hanya karna tak ingin menyakiti.

semua hati akan patah ketika dikecewakan.

semua hati akan sembuh ketika bisa menerima kenyataan,

atau masih berharap secara berlebihan.

kepergiannya adalah sesuatu yang nyata, dia tak pernah ingin menetap dihatimu selamanya.

hal pertama yang perlu kita sadari bahwa seseorang yang tepat takkan pernah meninggalkan.

dan seseorang yang salah akan tetap pergi meski kita menjaga dengan baik.

tak ada hati yang perlu memaksa seseorang yang kita cintai menetap lebih lama,

ketika hatinya tak pernah lagi menganggap tidak berharga.

orang yang pantas untuk kita cintai adalah dia yang menganggap kita berharga dan menghargai kita.

melepaskan orang yang salah takkan menyakiti terlalu lama.

mempertahankan orang yang salah akan menyakitimu selamanya.

kita berhak hidup bahagia dengan orang yang kita cintai.

orang yang kita cintai berhak hidup bahagia dengan orang yang dia cintai.

dan ketika kita bukan orang yang dia cintai,

merelakan adalah satu-satunya cara untuk tidak terus tersakiti




Komentar

Postingan populer dari blog ini

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.