Langsung ke konten utama

cerita sedikit yuk?

Dulu...
Kupikir aku segalanya buat kamu.

Kupikir kamu sudah sangat menyayangiku sama seperti aku menyayangi kamu.

Kupikir perjuangan ku terbayar begitu kamu menjadi milikku.

Kupikir apa yang kita lalui cukup membuatmu bertahan disampingku.

Kupikir kecemburuanmu membuktikan kamu tak ingin kehilanganku.

Kupikir keposesifan kamu membuktikan bahwa kamu benar-benar menginginkanku.

Kupikir semua kasih sayang yang kamu beri, semua memang untukku.

Kupikir aku begitu segalanya untukmu.

Tapi..

Semua bahkan berubah dalam sekejap mata.

Aku tak pernah membayangkan kalau akhirnya akan seperti ini.

Aku tak pernah membayangkan kalau kamu yang dulunya aku genggam begitu ingin melepaskan diri.

Kamu tau sakit seperti apa yg aku alami?

Kamu tau rapuhnya aku seperti apa?

Bahkan, untuk bermimpi semuanya berakhir saja aku tak pernah.
Tapi semua yang aku alami begitu mengerikan.

Aku begitu menyayangimu melebihi diriku sendiri.
Tapi apa yang kudapat dari perasaan sayangku? 
Kamu bahkan selalu berkata " gimana mau sayang sama orang lain kl sama diri sendiri aja nggak sayang."

Semua perasaan ku kamu patahkan begitu saja.

Semua harapan, angan-anganku sama kamu hilang begitu saja.

Semua genggaman kamu bahkan kamu lepas begitu saja.

Semua omongan kamu yang sampe sekarang aku ingatpun belum kamu realisasikan.

Orang bilang, jangan pernah berharap pada manusia. 
Tapi, harapanku sudah terlanjur kuletakan sama kamu.

Harapanku semua tentang kamu.

Semua mimpiku bahkan tentang kamu.

Apakah kamu tau alasanku menghilang?

Aku ingin kamu cari.
Aku ingin kamu ngerasain kehilangan.
Aku ingin kamu mengejar aku balik.
Aku ingin kamu menahanku untuk terus sama kamu.

Tapi... Semua itu hanyalah angan belaka.

Kamu sudah lupa perasaan kamu untukku.

Dan aku disini, tetap pada perasaanku untukmu.

Tertanda,

-Aku, si penggilamu-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.