Langsung ke konten utama

Ia (pernah) menyayangimu..

Ia pernah menyayangimu.
Ya, ia benar menyayangimu
Tapi tidak seperti dulu,
Dulu....
Ketika ia masih mengorbankan seluruh waktunya untuk menunggumu.

Ketika harapan-harapannya menutupi banyak sedih yang menghujaninya.

Ketika ia selalu memaklumi kesalahan-kesalahanmu yang selalu sama.

Karna ia percaya bahwa kepergianmu bukanlah akhir cerita yang dia bayangkan.

Ketika pada akhirnya, ia cuma ingin dihargai sedikit dari perasaannya.
Tidak perlu dibalas dengan peluk, dengan rasa yang sama atau dengan kepulangan. Tapi cuma dengan kamu anggap ada.

Ya, ia pernah menyayangimu.

Walau sudah banyak kesempatan yang tidak ia hiraukan, karna ia maunya cuma kamu.

Dan kamu baru mengetahuinya sekarang, ketika ia sudah jauh.

Ia sudah pergi jauh bersama kenangan yang berjalan dibelakang.

Seperti bayang-bayang yang tidak kelihatan, padahal tidak pernah berhenti mengejarnya.

Ia pergi jauh bersama sisa perasaan yang sudah ia berikan semua untukmu.

Ia pergi jauh bersama sebagian dari dirinya yang akan selalu ada dalam dirimu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.