Langsung ke konten utama

karna tulus berarti merelakanmu bahagia bukan?

Aku mengakhiri ini....

Bukan karna aku berhenti menyayangimu, bukan karna cerita ini sudah  selesai, bukan karna aku tidak sanggup menghadapi rasa sakit yang timbul dari perasaan ini, dan bukan karna aku menyerah dengan tujuanku untuk bisa sama kamu. 

Lagipula, ketika sebuah ikatan terlepas, tidak ada yang pernah benar-benar selesai, apalagi yang berkaitan dengan kasih sayang. Hal itu pula yang mengikutsertakan perasaan menjadi bagian yang kekal, sesuatu yang tidak akan pindah tempat walau aku pergi sejauh mungkin.

Dan cerita ini harusnya masih punya perjalanan panjang. Tapi cerita yang dimulai indah itu sudah kehabisan petualangan. Sebab tokoh utamanya lebih memilih pergi di cerita sebelumnya.

Pilihannya hanya dua, 
Membiarkan cerita ini menggantung, atau mengakhirinya begitu saja.
Sungguh pilihan yang sulit.

Dan tentang rasa sakit yang sering kamu jadikan hadiah itu, sebenernya sudah tidak lagi jadi masalah. Karna untuk bisa bersamamu, hal-hal seperti itu telah menyatu dengan bahagia yang jumlahnya bahkan tidak seimbang.

Jadi, mengapa aku harus mengakhiri ini?

Karna kebahagianmu lah lebih dari cukup.
Karna tanpaku, kamu bahkan baik-baik saja. Kamu bahkan nggak kekurangan apapun. 

Karna tulus berarti merelakanmu bahagia bukan?

Walaupun aku tidak tau apa ada orang lain yang bisa menyayangimu seperti yang selama ini kulakukan, walau aku sendiri bingung kenapa aku begitu menyayangimu.

Tapi aku yakin, suatu saat yang entah kapan itu... Kita akan sama-sama mengerti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.