Langsung ke konten utama

KITA

Sebelum hadir kata kenyamanan
Pastikan dulu itu cinta
Bukan cuma penasaran belaka

Karna sering kita melihat hati-hati yang patah sebelum cinta benar-benar merekah

Semua itu berujung pada saling menyalahkan dan saling mencaci satu sama lain

Tak pernah lagi saling sapa akibat kegagalan menanggapi rasa

Hingga akhirnya,

Jatuh cinta tak pernah bisa dikatakan biasa

Ada rindu yang selalu jatuh diterik sepi yang lupa berteduh

Ada bosan yang selalu bertolak ditiap angan yang begitu menginginkan

Serta,

Ada sakit yang tak pernah membekas ditiap hati yang selalu ikhlas

Iya.
Maaf.

Kata sederhana yang selalu menjadi juara.

Begitu mudah diberikan,
Begitu cepat dilupakan.

Berikut penjelasan tanpa henti tentang berhenti menyakiti hingga janji setia sampai mati.

Beserta semua pelukan hangat sehabis pertengkaran dan bisikan sayang yang begitu menenangkan.

Kemudian...

Lupa akan luka

Hilang akan benci

Perrlahan pun berganti.

Lepas genggaman, cinta terbunuh pelan-pelan

Terutama, tentang kita.

Sesederhana aku mencintaimu,
Serumit itu kau mencintainya.

Sesederhana aku ingin membahagiakanmu,
Serumit itu kau bahagia dengannya.

Kau...
Kau adalah nama dalam doa yang selalu kubicarakan dengan Tuhan.

Sebelum akhirnya aku sadar

Satu huruf terucap dariku pun tak pernah kau dengar.

Namun ingat,

Pada kehilanganmu aku berpesan, JANGAN MENCARIKU!

Tapi tanyakan pada perasaan, adakah aku dimasa depanmu?

Karena kita adalah satu ragu yang mengumpul untuk saling menjauhi.

Karna kita adalah dua hati yang sudah enggan bertegur harap dalam janji.

Dan KITA..
adalah tiga kata Aku Sayang Kamu yang membisu dalam sepi.

Empat huruf yang tak bisa dipersatukan kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.