Langsung ke konten utama

melukai perasaan sendiri

Aku tidak tahu mana yang lebih baik, mengikhlaskan mu atau tetap bertahan mencintaimu.

Ada waktu dimana aku begitu membencimu.

Tidak menyukai semua hal tentangmu.

Bukan karna aku tidak cinta,
tapi aku seperti hampir menyerah menghadapi sikap-sikapmu.

Keinginanmu sering berubah-ubah.

Kamu sering memberi ruang pada amarah,
kepalamu sesak oleh sesuatu yang mendesak untuk tidak lagi menjagaku.

Lebih memilih untuk memberi ruang bagi egomu , 
dan menyingkirkan keberadaanku.

Aku sering bertanya atau berbicara dengan diriku sendiri,

Bagaimana pada akhirnya dia tau tentang caraku menjaga cinta untuknya,

Menjaga hati agar aku tetap setia kepadanya,

Dan caraku membangun rasa percaya untuknya.

Apakah ia akan tetap sedingin ini memandangiku yang mencintainya.

Tidak pernah seharipun aku melewatkan hari untuk tidak mendoakan kamu.

Merindukan atau sekedar berharap kepulanganmu untuk aku.

Mungkin kamu tidak tau, ada aku di suatu tempat yang jauh dari pandanganmu.

Aku seseorang yang mencintaimu dengan perasaan yang utuh.

Aku dilukai oleh perasaan yang kubangun sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.