Langsung ke konten utama

pesan untukmu..

Nanti...
Bila tak ada lagi aku yang mengganggu harimu,
Tak ada lagi pesan yang menanyakan kabar Hai apa kabar?
Tak ada lagi ucapan-ucapan selamat tidur,
Percayalah bahwa aku tak pernah berhenti mencintaimu.

Aku hanya mengganti caranya dengan doa.

Karna betapa aku memahami bahwa doa adalah cara mencintai hal-hal yang tak termiliki.

Nanti bila kita sudah tak bersama lagi,

Sudah tak diizinkan saling menatap lagi, 

Aku akan tetap bersyukur karna pernah diberi kesempatan mengenalmu, pernah menjadi alasanmu tertawa, pernah menjadi pendengar cerita-ceritamu, setidaknya aku sempat menjadi sesuatu di hidupmu walau hanya sekadar diperlukan bukan dipelukan.

Dan nanti.. aku akan kembali menemuimu sebagai seseorang yang lukanya telah sembuh,

Sebagai seseorang yang kepingan hatinya telah kembali utuh.

Dan aku akan ceritakan padamu tentang betapa aku harus tertatih.

Bangun, lari dari kejaran bayang-bayangmu.

Tentang betapa aku harus berdebat hebat dengan hatiku, untuk terus melangkah atau menyerah.

Tentang betapa aku harus sanggup walau sebenernya berat.

Nanti... Aku akan kembali menemuimu sebagai seseorang yang cintanya masih tapi rasa ingin memilikinya sudah tidak.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.