Langsung ke konten utama

seharusnya tidak seperti itu.

Teruntuk kalian...

Gak berharap apapun sama mereka. Bahkan ketika masalah itu datang mereka seakan hilang dari muka bumi.
Gaada niatan minta dibantu secara materi pun, yang gue butuhin cuma support biar bisa bangkit.

Tau apa aja yg luka? Banyak.

Sayatan-sayatan yang biasa didapatpun nggak seberapa sakitnya.
Orang-orang yang dipercaya tetap tinggal dan gaakan pergi, menjauh sedikit demi sedikit.

Buat bangkit pun rasanya berat. Karna tau kesalahan yang diperbuat kemaren ngebuat mereka pergi dan gatahan sama gue.

Buat maafin diri sendiri pun rasanya susah, karna masih terus nyalahin dan nyakitin diri sendiri.

Apa yang dilaluin kemaren emang bener-bener berat banget. Apa yang mereka tinggalkan bener-bener kerasa banget. Apa yang mereka ucapin dulu bener-bener gaada artinya.

Makasih karna pernah ada walau hanya sesaat. Makasih karna berkat kalian gue tau mana yang bener-bener pergi dan mana yang beneran bertahan disaat kaya begini.

Terus begitu gue udh mulai membuka diri dan perlaham bangkit, kalian dengan enaknya dateng gitu aja kaya gaada apa-apa sebelumnya.

Hahahaha.

Mungkin hidup gue selucu itu buat mereka.

Mereka gatau gimama proses gue laluin yang kemaren.
Buat lewat depan toko aja gue takut. Buat nongolin muka aja rasanya berat. Buat berinteraksi sama mereka aja gamau.

Apa yang kalian liat emang kesalahan paling fatal, tp ganutup kebaikan-kebaikan yang udah gue lakuin kan?
Harusnya sih kaya gitu. Jangan beranggapan satu kesalahan menutup seribu kebaikan. Egois namanya.

Kalian tau gak? Setiap tempat yang pernah gue laluin bareng kalian pun gue hindarin. Kenapa? Karna sesek rasanya begitu inget yang dulu sama yang sekarang.

Gue berusaha keliatan baik-baik aja. Baik-baik secara fisik, tapi nggak secara batin.
Banyak luka yang gabisa gue deskripsi satu-satu.

Gue berusaha bangkit susah payah loh, tp semuanya ambyar gitu aja. Proses yang gue laluin kaya kebuang sia-sia.

Kalian seolah nawarin pertemanan kaya dulu. Tapi maaf, gue gabisa boong untuk kesekian kalinya.

Gue belum bisa terima itu, karna apa? Guepun susah maafin diri sendiri, gimana gue bisa maafin sekitar gue. Gue msh ngerasa di judge dengan sebegitu menyakitkannya. Gue masih merasakan gimana kalian ngehakimin bahkan meninggalkan gue kemaren.

Dendam? Enggak pernah.

Gue bahkan gak kepikiran dendam sama kalian. Gue cuma belum bisa nerima kalian lagi.

Sakit rasanya. Entah apa yang kerasa sakit.

Tapi gue cuma pengen sembuh. Jujur apa yang gue alamin ini berat banget.
Gue bahkan gaminta kalian ngerasain atau ngalamin, gue cuma minta pengertian. Gue cuma minta support. Bukan dijauhin bahkan ditinggalin tanpa kabar kaya gini.

Seseorang selalu bilang, " lo harus maafin diri lo sendiri dulu baru lo bisa maafin orang lain. Fokus maafin diri sendiri dulu, gue tau itu susah. Tp lo pasti bisa."
"Apapun kesalahan lo di masa lalu, lo tetap berharga dengan cara lo sendiri."
"Kalo kamu gabuat kesalahan kaya gini, kamu gaakan tau dia atau org lain itu kaya gimana. Skrg keliatan kan wujudnya kaya gimana."


Gue gapernah nyalahin kalian yang pergi begitu aja kok. Gue malah berterima kasih karna kalian udah nunjukin kalian itu gimana. Bahkan gue gapernah berpikir buat ninggalin kalian duluan, tp apa ya... Gue yg ditinggalin duluan gitu aja HAHAHA.

Makasih makasih makasih.

Cuma minta doanya biar gue bisa cepet sembuh yaa:''')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

perpisahan

Langkahmu tak perlu lagi menyusulku Ada beberapa hal yang memang harus selesai. Rela tak rela Aku akan baik-baik saja. Kau akan baik-baik saja. Percayalah.. Tandaskan air matamu, Bukan dengan cara seperti ini aku ingin kau lepas Kita pernah menyenangkan. Pernah punya impian bersama,  Pernah punya cerita. Apa yang pernah kita punya sangat berharga. Dan tidak ada yang bisa mengubah itu. Maaf kalau akhirnya tidak seperti yang kau kira. Permasalahkan aku ketika rasa itu hilang, silahkan. Tapi, aku tidak bisa memaksa diriku Untuk berjalan disebelahmu lagi. Pelajaran kehidupan tidak berhenti saat kita berhenti bergandengan. Justru sebaliknya, kelak akan kau temui lagi hati yang diciptakan untuk bersebelahan denganmu. Untuk memberikanmu lebih banyak pengetahuan mengenai rasa bahagia. Kita berdua akan bertemu dengan kisah yang lebih indah Suatu saat nanti kau akan menyadari itu. Ketika segala cacian sudah beres kau muntahkan. Jangan lupa untuk kembali berdiri diatas kedua kakimu. Nikmati m...