Langsung ke konten utama

perihal ikhlas?

Dulu aku sering bertanya apa yang harus aku ikhlaskan?
Kala luka-luka hidup kian menganga.
Apa yang membuat semuanya seperti tidak ada kemajuan?

Hingga ada yang berucap, kamu tau apa yang harus kamu ikhlaskan?
Hal-hal yang terlepas darimu, yang hanya datang untuk menjadi pelajaran hidup bukan untuk bersamamu.
Sesuatu yang tidak dilahirkan untukmu, bukan pula hakmu.

Maka jangan paksa keadaan untuk selalu setuju denganmu. Karna yang bukan takdir memang selamanya tidak akan bersama. 

Dan perihal ikhlas, harus ada jiwa yang besar untuk menerima semua keputusanNya.

Ikhlaskan dengan tindakan yang sungguh-sungguh bukan dengan kata-kata saja.

Pastikan bahwa "aku ikhlas kehilanganmu." 
"Aku ikhlas melepas semua yang bukan takdirku."
Lalu rayakanlah kehilangan. Karna itu bukan sesuatu hal yang salah.

Karna,
Bahagia dan ikhlas sesungguhnya itu ketika bisa terlepas dari hal yang selama ini menyesakkan dada dan membuat sedih sampai terpuruk terus menerus. Lalu pada akhirnya bisa menemukan jalan damai, bukan berdamai dengan masa lalu saja. Tapi berdamai dengan diri sendiri juga.


Jakarta, 11 september 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kepergianmu

tentang kepergianmu adalah sesuatu yang pernah membuatku  merasa tak pantas untuk dicintai, tepat kau memilih pergi. meski aku sudah berusaha dengan baik menjadi seseorang yang pantas untuk dicintai. entah mungkin kepergianmu waktu itu membuatku sulit untuk percaya diri lagi. dan mempercayakan hatiku lagi pada seseorang yang menawarkan hatinya untuk bisa kupercaya seutuhnya. perasaan kecewa adalah satu-satunya alasan yang membuatku merasa lebih baik memilih untuk sendiri. menghindari patah hati berulang kali. karna percuma berpindah ketika hati masih merasa belum pulih seutuhnya, semua orang mungkin akan berusaha melawan rasa kesepian dengan menemukan hati yang baru untuk disinggahi. tanpa mereka sadari berpindah singgah ketika hati tak bisa berpindah seutuhnya, hanya sebuah ambisi ingin segera menemukan bahagia. padahal tidak semua berpindah singgah akan membuat patah hati sebelumnya sembuh dengan mudah. padahal tidak semua orang yang kita terima sebagai peng...

apakah aku telah salah mengenalimu?

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci. Tanpa alasan, tanpa pamit. Lalu tiba-tiba saja, kau kembali datang. Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi. Namun nyatanya, kau mengenalku saja tidak. Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak. Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti? Semakin membuatku benci. Sampai suatu hari, aku merasa gelisah. Kau yang sekarang bukan seperti kau yang dulu kukenal. Sangat asing bagiku. Kau seperti terlahir kembali menjadi orang baru. Akupun jadi berpikir, apakah aku telah salah mengenalimu?

aku pernah ditenangkan seseorang yang akhirnya pergi...

Aku pernah ditenangkan seseorang dengan janji tidak akan pergi. Aku pernah dibuat yakin bahwa perpisahan adalah kata yang tidak mungkin. Aku pernah menyangka bersamanya aku akan selamanya. Hingga akhirnya, Ketika dia memilih ingkar, Memilih hilang tanpa kabar, Memilih pergi dan tak kembali.. Aku menjadi terlalu penakut untuk membuka hati. Terlalu penakut untuk percaya pada siapapun lagi.